ADU TARIK MEWARNAI PERAYAAN HUT RI KE-72 DI SD ISLAM AL AZHAR 16

0
38

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim As. berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Q.S. Al Baqarah : 126)

MERDEKA!!!

Kemeriahan mewarnai perayaan HUT RI ke-72 di lapangan Al Azhar dengan diadakannya berbagai macam lomba. Tidak hanya sekedar perayaan, lomba-lomba yang diadakan oleh SD Islam Al Azhar 16 ini bertujuan untuk membangun sportifitas para murid sekaligus menanamkan jiwa patriotisme.

Lomba yang diadakan ada bermacam-macam, yaitu lomba balap kelereng, lomba caping, balap karung, bakiak, balap tampah, dan tarik tambang. Peserta lomba terdiri dari seluruh murid kelas 1 – 6 dan orang tua murid baik yang tergabung dalam Jam’iyyah maupun perwakilan kelas.

Riuh gembira pecah ketika adu tarik tambang dimulai, semua murid memberi semangat untuk kelasnya masing-masing yang sedang berlaga. Pada saat itu semua tumpah ruah menjadi satu dalam kegembiraan, sebagai salah satu bentuk kesyukuran atas kemerdekaan yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk bangsa ini.

Di lokasi berbeda, perlombaan lainya juga telah dimulai,  lomba balap kelereng diikuti oleh kelas 1 dan 2, lomba caping diikuti  kelas 3 dan 4, serta lomba balap karung diikuti oleh kelas 5 dan 6. Tidak mau ketinggalan, para bunda hebat juga ikut ambil bagian, adu cepat dalam lomba balap bakiak dan balap tampa menyempurnakan accra. lomba di hari itu.

Di akhir lomba, para pemenang mendapatkan hadiah sebagai tanda terimakasih sekolah atas partisipasi dan sportifitas yang ditunjukkan oleh para murid dan orang tua. Dalam kesempatan itu, kepala SD Islam Al Azhar 16, Diana Mahmudah, S.Pd, mengungkapkan kebanggaannya atas sportifitas dan partisipasi aktif yang ditunjukkan oleh semua peserta lomba. “Momen seperti ini sangat baik untuk membangun komunikasi positif kepada para orang tua dan menjadi pembelajaran sportifitas bagi para murid,” tambahnya.

Bangsa ini memang masih muda, namun semangat persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan akan terus hidup dalam sanubari rakyatnya. Mengisi kemerdekaan  dengan hal-hal positif adalah salah satu cara memajukan bangsa ini, sedangkan meningkatan iman kepada Allah SWT dan hari kemudian, adalah kunci utama. (G)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − five =

*