Kerennya Pelantikan dan Study Banding Murid Kader Adiwiyata SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap

0
164

Pagi yang cerah, Kamis, 19 Januari 2017, murid kader adiwiyata SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap yang berjumlah 40 murid dilantik oleh Kepala Sekolah di lapangan SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap. Kader ini terdiri dari 11 divisi Adiwiyata yang meliputi divisi kerindangan dan keindahan taman, divisi TOGA, divisi Hortikultura, divisi Kebersihan Kamar Mandi, divisi Green and Clean, divisi Biopori, divisi Hemat Energi, divisi Publikasi, divisi kantin, divisi Pengkomposan dan Bank Sampah (daur ulang) dan divisi Kemitraan / Humas, dimana tiap divisi terdiri dari guru sebagai koordinator dalam divisi dan murid sebagai kader Adiwiyata.

Dengan kedisiplinan, tanggung jawab dan kerja sama yang solid kader adiwiyata akan bertugas mensukseskan SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap sebagai Sekolah Adiwiyata. “Kader adiwiyata sebagai pioner bagi murid SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap untuk pelestarian lingkungan, penegak kebersihan, pencegahan pencemaran dan pengantisipasi pencemaran” ungkap Widoko Santoso, M.Pd dalam sambutannya saat pelantikan murid kader adiwiyata. Dengan semboyan “Sekolahku Bersih, Pikiranku Jernih, Prestasiku Raih” SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap mewujudkan sekolah Adiwiyata.

Setelah dilantik oleh Kepala SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap, kader adiwiyata pada hari Sabtu, 21 Januari 2017  melakukan studi banding ke SMP N 1 Pandak, Bantul. Rombongan disambut disana pukul 08.00 wib oleh Rr. Ani Prihati Handayani, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP N 1 Pandak dengan pemaparan potret keberhasilan SMP N 1 Pandak sebagai sekolah Adiwiyata dilanjutkan dengan observasi di lingkungan SMPN 1 Pandak oleh tiap divisi kader Adiwiyata SMP Islam Al Azhar 15 yang didampingi oleh tiap divisi kader Adiwiyata SMPN 1 Pandak, mereka saling sharing dan menyampaikan pertanyaan atau opininya.

Tidak hanya berkunjung di SMP N 1 Pandak, Bantul saja, mereka melanjutkan kunjungannya ke “Galery Joglo Ayu Tenan”, kader Adiwiyata diajari membatik oleh ibu Yayuk sebagai pemilik galery. Lain dari yang lain, seni membatik yang diajarkan beda dengan umumnya yaitu teknik Shibori / pewarnaan dari Jepang seni membatik itajime dan jumputan dengan menggunakan pewarna alami dari daun indigo yang ada disekitar galery. Mereka terlihat sangat antusias, asyik berkreasi saat mencoba sendiri membuat batik itajime dan jumputan. Selain itu, mereka juga diberikan edukasi membatik dengan teknik eco printing dengan daun – daun alami, kulit bawang bombay yang ada disekitar galery melalui demonstrasi langsung oleh bu Yayuk. “Ini adalah seni membatik yang menghasilkan nilai ekonomi tinggi karena hand made , satu produk satu karya dan tidak bisa diulang ”. Ungkap Yayuk pemilik Galery Joglo Ayu Tenan. By Yuli Purwaningsih, S.Pd.Fis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − two =

*