Siswa TK Al Azhar 16 Cilacap Menjaga Bumi Dengan Aksi Tanam Pohon

0
126

 

Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا, أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيْمَة ٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian pohon/ tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

Sambut pagi yang cerah, tampak kesibukan di tepian pantai Teluk Penyu Cilacap. Puluhan murid TK Islam Al Azhar 16 Cilacap berkunjung pantai, untuk menanam 50 Pohon Cemara Laut.

“Penanaman Cemara Laut ini bagian dari peringatan Hari Bumi oleh TK Islam Al Azhar 16 Cilacap bersama TNI Detasemen Zeni Bangunan, dan Jamm’iyyah,” ucap Ibu Kepala Sekolah, Nuraini, S.Pd., Sabtu 21 April 2018.

Ia menjelaskan, penanaman Cemara Laut di tepian pantai tersebut bertujuan untuk menanamkan di benak anak rasa kagum kepada Alloh SWT, atas KemahakuasaanNya yang telah menciptakan begitu banyak jenis pohon. Tak hanya jenis, namun Allah telah menyiapkan pula habitatnya, seperti Pohon Cemara Laut yang cocok ditanam didaerah pantai. Dari kegiatan ini Nuraini berharap, anak-anak menyadari tugas yang diberikan Alloh SWT sebagai khalifah yang memiliki tanggungjawab atas perawatan dan penjagaan keseimbangan di Bumi ini.

Cemara laut merupakan jenis tanaman khas pantai yang potensial untuk rehabilitasi lahan dan konservasi tanah pantai berpasir. Jenis ini mampu menahan angin laut dan uap air laut yang mengandung garam, sehingga mampu mendorong  perbaikan lingkungan. Penanaman tanaman Cemara Laut adalah salah satu teknik konservasi tanah secara vegetatif dan bersifat permanen.

Supriyanto dari TNI menyatakan kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat menarik dan bermanfaat. Bukan hanya untuk anak-anak melainkan juga untuk lingkungan alam sekitarnya. “Kami berharap, kegiatan ini tidak berhenti sampai disini. Namun bisa berlanjut dengan perawatan tanaman tersebut,” pungkasnya. Riska Fatmaning Tyas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − six =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.